Selasa, 06 Januari 2015

Tutorial Instal MikroTIK

Mikrotik merupakan perangkat lunak yang digunakan untuk membangun router pada jaringan komputer, sehinggga bisa menghubungkan dua atau lebih jaringan yang mempunyai protokol yang sama.  Pada kesempatan ini saya akan berbagi cara instalasi mikrotik pada komputer. Untuk melakukan instalasi mikrotik pada komputer ada beberapa yang harus dipersiapkan diantaranya:
  1. CD Instalasi mikrotik router
  2. Komputer dengan 2 LAN Card
Setelah semua perangkat untuk instalasi mikrotik sudah dipersiapkan, maka berikut adalah langkah-langkah instalasi mikrotik:
1)    Seperti instalasi pada  umumnya, langkah pertama adalah setting bios dan atur bootingnya agar CD bisa terdeteksi sistem komputer.

2)    Simpan pengaturan bios kemudian restart komputer, jangan lupa masukan CD mikrotik router ke dalam CD ROOM.


3)    Setelah komputer menyala, maka tunggu sampai tampilan seperti dibawah ini



4)    Tekan tombol pada keyboard untuk mencentang semua elemen agar diikutkan ke dalam instalasi.


5)    Setelah semua dicentang, tekan tombol  i  pada keyboard untuk memulai proses instalasi.

6)    setelah anda menekan tombol i maka akan muncul pertanyaan Do you want to keep old configuration? maka pilih atau tekan N pada keyboard anda


7)    Selanjutnya akan ada pertanyaan Continue ?, maka tekan tombol Y untuk melanjutkan proses.

8)    Tunggu beberapa waktu untuk proses creating partition dan formating disk.


9)    Setelah proses selesai, keluarkan CD instalasi anda pada CD room kemudian tekan ENTER pada keyboard untuk restart.

10) Setelah restart maka anda akan diminta untuk memasukan user name dan  password, maka pada username : admin dan pada password : kosong kan  saja.





11) Instalasi sudah selesai, dan selamat anda bisa melakukan instalasi mikrotik

Selasa, 09 September 2014

Pengertian IP Address

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSut412TypDxNLd7yXjJX7V7S4cPTNvRRI0a2JrYVy11U2kSGqux5wP3vG8FZjk_JJrjdwfzPNUL8GdCd35kWoG-KdW85MZe3YVmdmkNRC6W4LunQZ1hpW2giY1j36ddBuNGehxcvRO8On/s400/cara+menyembunyikan+ip+address.jpg
IP Address merupakan alat yang digunakan agar paket data dapat mencapai tujuan. Di dalam Jaringan, pengiriman suatu paket data membutuhkan alamat sebagai identitas suatu data akan dikirimkan (Destination Address) dan berasal (Source Address).
Agar unik setiap computer yang terkoneksi ke Internet diberi alamat yang berbeda. Alamat ini supaya seragam seluruh dunia maka pemberian alamat IP address diseluruh dunia diberikan oleh badan internasional Internet Assigned Number Authority (IANA), dimana IANA hanya memberikan IP address Network ID nya saja sedangkan host ID diatur oleh pemilik IP address tersebut. Contoh IP address untuk cisco.com adalah 202.93.35.9 untuk www.ilkom.unsri.ac.id dengan IP nya 202.39.35.9

Alamat yang unik terdiri dari 32 bit yang dibagi dalam 4 oktet (8 bit)
00000000  .  00000000  .  00000000 . 00000000
o 1                   o 2                   o 3       o 4

Ip address dibagi menjadi 2 bagian yaitu Network ID dan Host ID,
Network ID yang akan menentukan alamat dalam jaringan (network address), sedangkan Host ID menentukan alamat dari peralatan jaringan yang sifatnya unik untuk membedakan antara satu mesin dengan mesin lainnya. Ibaratkan Network ID Nomor jalan dan alamat jalan sedangkan Host ID adalah nomor rumahnya.

IP address dibagi menjadi kelas yaitu ;
1. Kelas A ( 1-126)
2. Kelas B ( 128 – 192)
3. Kelas C ( 192 – 223)
4. Kelas D (224 – 239)
5. Kelas E (240 – 255)

IP Address Private & Public.
Jumlah IP Address sangat terbatas, apalagi jika harus memberikan alamat semua host di
Jaringan Local Area Network (LAN).
Sehingga perlu dilakukan efisiensi dalam penggunaan IP Address. Konsep  subnetting IP
Address merupakan teknik yang umum digunakan di Jaringan Internet untuk efisiensi alokasi IP.

Address dalam sebuah jaringan. 
Selain Konsep Subnetting, cara lain adalah dengan mengalokasikan beberapa IP Address
khusus yang digunakan untuk lingkungan LAN dikenal dengan IP  Private. Sedangkan IP
Address yang dapat dikenal di Internet dikenal dengan IP Public.
IP Private antara lain adalah :

  • Class A: 10.0.0.0/8
  • Class B: 172.16.0.0/16 s/d 172.31.0.0/15
  • Class C: 192.168.0.0/24 s/d 192.168.255.0/24

Senin, 08 September 2014

7 Lapisan Layer OSI

 http://bintinurulqomariyah.files.wordpress.com/2012/02/osi-layer-model1.gif
Pengertian Model Open System Interconnection (OSI)
Untuk menyelenggarakan komunikasi berbagai macam vendor komputer diperlukan
sebuah aturan baku yang standar dan disetejui berbagai pihak. Seperti halnya dua orang yang berlainan bangsa, maka untuk berkomunikasi memerlukan penerjemah/interpreter atau satu bahasa yang dimengerti kedua belah pihak. Dalam dunia komputer dan telekomunikasi interpreter identik dengan protokol. Untuk itu maka pada tahun 1977 di Eropa sebuah badan dunia yang menangani masalah standarisasi ISO (International Standardization Organization) membuat aturan baku sebuah model arsitektural jaringan.

Sejarah Model OSI Layer
Dahulu pada era 70 membuat System Network Architektur (SNA), yang antara lain IBM, Digital, Sperry, Burough dsb. Tentunya masing-masing perusahaan tersebut membuat aturan aturan sendiri yang satu sama lain tidak sama, misalkan IBM mengembangkan SNA
yang hanya memenuhi kebutuhan komputer-komputer IBM. Dari sini kemudian timbul masalah misalkan jaringan komputer menggunakan SNA produk IBM ingin dihubungkan dengan SNA produk Digital tentunya tidak bisa, hal ini disebabkan protokolnya tidak sama. Analoginya, misalkan anda berbicara dengan bahasa jawa, tentunya akan dimengerti pula orang lain yang juga bisa berbahasa Jawa, misalkan
anda berbicara dengan orang Sunda apakah bahasa anda bisa diterima oleh ora
tersebut? tentunya tidak? Masalah ini bisa diselesaikan jika anda berbicara
menggunakan bahasa standar yang tentunya bisa dimengerti lawan bicara anda.

Penjelasan Model 7 Lapis (Seven Layer Model).
  1. Aplication Layer : Lapisan ke-7 ini menjelaskan spesifikasi untuk lingkup dimana aplikasi jaringan berkomunikasi dg layanan jaringan. Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program komputer, seperti program e-mail, dan service lain yang jalan di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer lainnya. Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, DNS, TELNET, NFS dan POP3.
  2. Presentation Layer : Lapisan ke-6 ini berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)).
  3. Session layer: Lapisan ke-5 ini berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah RPC (Remote Procedure Call), dan DSP (AppleTalk Data Stream Protocol).
  4. Transport layer : Lapisan ke-4 ini berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah UDP, TCP, dan SPX ( Sequence Packet Exchange).
  5. Network layer : Lapisan ke-3 ini berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah DDP (Delivery Datagram Protocol), Net BEUI, ARP, dan RARP (Reverse ARP).
  6. Data-link layer : Lapisan ke-2 ini berfungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).
  7. Physical layer : Lapisan ke-1 ini berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah Ethernet, FDDI (Fiber Distributed Data Interface), ISDI, dan ATM.

Itulah penjelasan tentang 7 lapisan layer OSI.